Tokyo Tower

13 06 2009

Tokyo tower adalah menara baja tertinggi di dunia (333 m) yang terletak di shiba park, tokyo. tokyo tower berfungsi sebagai menara pemancar gelombang untuk siaran televisi maupun radio. NHK, fuji tv dan TBS termasuk beberapa stasiun tv yang memasang antena pemancarnya di sini. jepang berencana untuk mengganti sistem pemancaran gelombang analog menjadi digital untuk televisi. namun sayangnya, ketinggian tokyo tower blm memenuhi syarat untuk peralihan sistem gelombang ini (gw ga terlalu ngerti alesannya). jadilah untuk mewujudkan peralihan ke sistem digital, saat ini sedang dibangun menara baru yang bernama tokyo sky tree. tokyo sky tree memiliki ketinggian 610 m dan sekarang sedang dibangun di daerah sumida, tokyo. menara baru yang mempunyai sebutan “the new tokyo tower” ini direncanakan akan selesai pembangunannya pada tahun 2011.

tow3
Gw pertama kali tau tentang tokyo tower (lagi2) dari doraemon. karena dibeberapa episode doraemon, ada adegan nobita yang terbang (kalo ga salah) melewati tokyo tower. jadilah tokyo tower menjadi salah satu tempat impian yang wajib dikunjungi bagi gw (dari gw kecil). cuma sayangnya, setelah gw datang ke tempatnya langsung kayaknya gw ga menemukan sesuatu yang spesial dari tempat ini. mungkin bagi orang yang berkunjung ke tokyo, menara ini menjadi salah satu tempat wajib (at least utk di foto) karena tokyo tower merupakan maskot yang sangat melekat dengan image kota tokyo.

tow1
Kita bisa naik ke tingkat atas tokyo tower, dan melihat view kota tokyo. tapi kita harus membayar sekitar 800 yen. sayangnya selama 3 kali gw dateng kesana, gw sama skali blm pernah naik ke tingkat atasnya hehehe.

tow2
Tokyo tower mempunyai maskot bernama noppon. maskotnya ada 2, yang satu berbaju biru, yang satu berbaju merah. kalo diperhatiin, maskotnya tokyo tower mirip banget sama patrick-nya spongebob squarepants hahaha.
Mungkin kalau gw bandingin sama monas, tokyo tower emang lebih tinggi dan lebih bersih, tapi kalo diliat dari lingkungan sekitarnya, kayaknya monas masih lebih menarik deh. setidaknya masih ada rumput2an, jajan2an, dan andong (walaupun sekeliling monas jadi bau kuda hehe).





Bali Cafe – Monkey Forest

13 06 2009

Setelah tinggal beberapa lama di jepang, akhirnya gw kangen juga sama makanan indonesia. sebelum2nya gw rada bingung untuk cari restoran indonesia dengan rasa asli indo, karena rata2 restoran indo disini cita rasanya udah dimodifikasi supaya bisa sesuai dengan lidah orang jepang. sampe pada akhirnya temen gw kasih rekomendasi untuk makan di monkey forest yang terletak di daerah2 shibuya.
mon2
mon5 Sebenernya temen gw juga ketemu restoran ini secara ga sengaja. awalnya dia mau makan di restoran indo yang namanya “ayun terrace” (review menyusul!) yg terletak berdekatan dengan monkey forest. tapi berhubung dia udah keburu laper, akhirnya dia nekat utk nyoba makan disini, dan ternyata memuaskan.

mon1
Cafe ini sebenernya tergolong kecil (maklum lah, di jepang semua serba kecil), tapi suasananya cozy banget. ditambah lagi pelayanannya juga bagus, ga seperti restoran indonesia lainnya yang sangat terkenal di jepang. waktu makan disini, gw ambil menu lunch set (ada 3 jenis) yang harganya masing2 1995 yen (ehm, berarti sekitar Rp.200.000, mahal ya huhu, kalo di indo udah dapet sebakul nih). menu lunch set-nya walaupun mahal tapi bener2 enak dan porsinya cukup besar. jadi di satu piring itu, kita dikasih bermacam2 lauk (ayam, udang, sate, kerupuk, telor,dll), dan udah termasuk minum + dessert (2 pisang & 1 nanas goreng plus ice cream). tapi selain menu set, mereka juga menyediakan menu2 biasa yang rata2 harganya 800 yen.

mon3
Oh iya, waktu gw makan disana, kebetulan ada temen gw yang ultah, jadilah pas giliran dessertnya harus dikeluarin, ternyata pelayannya ngebawain 2 buah baki gede yang isinya pisang goreng + nanas goreng + ice cream yang udah dipasangin lilin. jadilah kita nyanyi happy birthday yang durasinya panjang bgt deh hahaha. gw rasa tamu2 jepang pada bingung, kok lagu happy birthday banyak banget versinya.

mon4
Kalo ada yang kangen pengen makan makanan indo, monkey forest termasuk salah satu tempat yang gw rekomendasi. coba liat disini aja untuk info lokasi, menu, dan kontak-nya : klik





Gunung Fuji!

6 06 2009

Tiba2 gw keinget kalau gw blm nge-post tentang gunung fuji, padahal ini termasuk salah satu icon jepang yang cukup penting (penting gak ya..?) hehe.

Gunung fuji adalah gunung tertinggi di jepang (3.776 m) yang termasuk ke dalam salah satu gunung berapi aktif (tapi tidak terlalu berisiko). gunung ini terakhir kali meletus sekitar tahun 1700 awal. gunung fuji terletak di perbatasan shizuoka dan yamanashi (kalau naik bus dari tokyo, mungkin butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai kesini). gunung fuji terkenal dengan puncak yang diselimuti es hampir sepanjang tahun. walaupun letaknya cukup jauh, tapi karena saking tingginya gunung ini, kita bisa ngeliat gunung ini dari yokohama, tokyo, saitama, dan daerah sekitarnya kalo cuacanya lagi cerah. bahkan dari tempat tinggal gw aja gunung fuji bisa terlihat setiap hari (gw tinggal di daerah yokohama).

fuji

Gw baru pernah sekali naik gunung fuji, tepatnya bulan agustus akhir tahun 2007. waktu itu gw baru 4 bulanan tinggal di jepang, tapi karena penasaran pengen nanjak gunung yang paling terkenal di jepang ini akhirnya gw rame2 bareng temen2 kantor berangkat ke sini deh.

Kita mulai nanjak gunung fuji jam stengah 10 malam, dengan tujuan kita sampai di puncak sewaktu matahari terbit. karena denger2 dari cerita2 orang yang pernah nanjak gunung fuji, waktu yang dibutuhkan utk nanjak sampai kepuncak adalah 7-9 jam. pertama kali mulai nanjak, gw masih excited banget karena penasaran kayak apa sih sebenernya puncak gunung fuji itu. sampai akhirnya waktu berlalu, dan gw menanjak semakin tinggi, ternyata angin di atas kencenggg banget dan dingin banget. seluruh badan gw rasanya menggigil (maklum dengan bodohnya gw cuma pake jaket adidas dan lupa bawa sarung tangan). dan selama perjalanan menuju puncak, rasanya yang gw liat cuma batu, tanah, sama pasir. jadi bener2 ga ada pemandangan yang bisa gw liat untuk menyegarkan mata hehehe.

masa

Setiap beberapa meter kita menanjak, biasanya ada penginapan untuk beristirahat selama beberapa jam. setau gw harganya sekitar 5000 yen per beberapa jam gitu deh, tapi tempat penginapannya luar biasa jeleknya. mungkin mirip warteg di indo versi gede, jadilah gw sama skali ga napsu untuk nginep di sana (apalagi gw harus ngeluarin 500ribu perak demi nginep di warteg!). track yang paling menarik bagi gw adalah ketika kita harus manjat batu2 yang rada tinggi. walaupun ada tali yang disediakan untuk bantuan supaya manjat batunya lebih gampang, gw lebih memilih manjat langsung ke batunya. tapi yang gw bingung, selama kita manjat kan banyak banget orang2 di belakang kita, kalo kita kepleset trus jatoh smua orang di blakang ikutan lenyap dari dunia dong ya? haha

Nanjak gunung rasanya kayak nanjak gunung gersang bareng2 orang sekampung. karena massa yang datang untuk nanjak gunung fuji luar biasa banyaknya! bahkan ada yang sampe bawa anak kecil, bawa anjing kesayangan, dan bawa kakek neneknya untuk nanjak! gila ga tuh? gw sampe malu ngeliat kakek nenek yang dengan semangatnya manjat batu sementara muka gw udah muka bantal.

massa2

Berhubung gw dateng kesini ber-15, kita harus saling tunggu2an, karena ada yang jalannya cepet, ada yang jalannya lambat. ditambah lagi handphone kita sama sekali ga dapet sinyal, jadi kita ga bisa kontak2an. akhirnya krn ngerasa adegan saling tunggu menunggu ini agak buang waktu, kita putuskan kalo kita ga ketemu di puncak, tepat jam 12 siang kita ketemu di kaki gunung fuji. total perjalanan yang gw tempuh untuk sampai ke puncak adalah 8 jam (jalan non-stop, dengan adegan saling tunggu menunggu huhu .. mungkin bisa lebih cepet kalo kita pergi hanya bertiga). kita sampai di puncak sekitar jam stengah 6, jadi gw akhirnya bisa ngerasain juga ngeliat matahari terbit dari puncak gunung fuji. harus gw akuin sih, pemandangan matahari terbitnya luar biasa bagusnya! cuma perjalanan sampai kepuncak gunung-nya ga sebagus pemandangan matahari terbitnya hehehe (kapok , ampun dj!). ditambah lagi kita butuh waktu 3 jam untuk turun dari puncak sampai ke kaki gunung fujinya. jadi total2 perjalanan 12-13 jam deh, sampe betis gw varises rasanya.

capek

Oh iya, ada tips buat siapa aja yang mau coba untuk nanjak gunung fuji. pakailah pakaian yang ga terlalu bagus (jaket, jeans, sepatu, t-shirt, topi, syal, dll), karena begitu kita selesai dengan ekspedisi menaklukan gunung fuji, kita bakal sadar kalo seluruh badan kita tertutup oleh debu berwarna merah (maksudnya tanah merah). seluruh rambut, hidung, kuping, baju dalem, sampe badan gw rasanya semuanya jadi warna merah, gawat deh gunung fuji. jadi kesimpulannya gunung fuji itu emang lebih enak diliat dari jauh, daripada di tinjau langsung hehehe. ada pepatah terkenal disini tentang gunung fuji :

there are two kinds of fool: those who have never climbed Mount Fuji, and those who have climbed it more than once

Jadi gw termasuk ga bodoh kan? krn sekali naik, ga mau naik lagi!





Kasur-nya Nobita ternyata keras!

1 06 2009

Siapa yang ga pernah nonton doraemon? Mnurut gw sih semua orang indo pasti setidaknya pernah nonton 1x kartun doraemon yang disiarin di RCTI semenjak gw kelas 1 SD (anjrit, lama bener ya). dulu waktu kecil gw selalu pengen nyoba untuk tidur di kasur lipet-nya nobita (tau maksud gw kan?). nobita selalu tidur di kasur yang keliatannya nyaman banget untuk ditidurin, sementara doraemon lebih memilih tidur di dalam lemari. Nah, kasur yang nobita pake itu disebut futon.

Futon adalah kasur wajib-nya orang jepang. Ketebelan futon mungkin hanya berbeda dikit dari bed cover (tipis banget kan?). sementara orang-orang indo lebih memilih untuk tidur di atas kasur yang cukup tebal, atau bahkan di springbed. Hari pertama gw tidur di futon, rasanya bener2 tersiksa, krn kebiasaan tidur di kasur yang tebel. Seluruh badan gw rasanya sakit, rasanya seperti tidur di lantai tanpa bantalan apapun. Ditambah lagi futon biasanya memiliki sebuah bantal yang super kempes, tipis, dan terlihat tidak nyaman utk dipakai (Ibaratnya kalo di indo bantalnya kayak martabak manis, kalo di jepang kayak martabak telor, tipis bgt!). sehari setelah gw pakai bantal itu, gw langsung memutuskan utk beli bantal baru yang tebel. Dan ternyata bantal-bantal di jepang semuanya keras (dibanding bantal indo ya..), bahkan yang tebelpun keras banget bagi gw. Kayaknya kalo ada maling, tinggal gw lempar pake bantal juga langsung koit.

Setelah mengalami siksaan selama tidur, ternyata dalam waktu beberapa hari badan gw udah bisa beradaptasi dengan kasur tipis-kering ini. Walaupun kalo bisa milih sih, gw lebih pengen untuk tidur diatas springbed, tapi masalahnya kalo beli springbed, kamar gw bakal hampir ga ada space utk naro2 barang lagi. Maklum lah di jepang semua kamar ukurannya serba mini. Ruangan yang serba mini inilah yang menjadi salah satu alasan utama kenapa orang jepang lebih memilih memakai futon dibanding springbed atau kasur. Krn setelah di pakai, futon bisa langsung dilipat dan disimpan di dalam lemari, jadi ruang gerak kita akan lebih luas selama futonnya blm digerai.

Oh iya, ada cerita yang kocak dari salah satu guru bahasa jepang gw waktu masih belajar bhs jepang di indo. Ternyata orang jepang juga mengalami susah tidur di kasur standard-nya indonesia yang empuk itu. Dia sampai minta tolong sama temen gw untuk cariin dia kasur yang lebih keras daripada kasur yang dia pakai di kamarnya. Dan setelah nyari keliling2, ternyata semua kasur masih terlalu empuk bagi dia. Saat itu temen gw bingung, sebenernya si sensei (cewek pula) tidurnya tiap hari di kasur atau di triplex sih? Dan temen gw itu akhirnya menemukan jawabannya setelah dia sampai di jepang. Pantesan aja semua kasur di indo dibilang terlalu empuk.

Saking udah terbiasanya tidur di atas futon, waktu gw pulang ke indo dan tidur di springbed kamar gw, gw merasa kalo springbed gw seperti harta yang bener2 harus gw hargain. Dan hari2 selama gw di indo pun selalu berakhir dengan tidur yang nyenyak berkat springbed serta 2 bantal super tebel dan empuk. Jadi buat semua orang yang masih tidur memakai springbed atau kasur, hargailah kasur2 kalian mulai hari ini, krn di jepang banyak yang menderita tidur diatas kasur keras yang tidak nyaman.





Salam yang aneh

1 06 2009

Kalo di Indonesia kita ngomong “selamat pagi”, “selamat siang”, “selamat sore” dan “selamat malam”, tapi pernah ga sih kita pikirin asal dari kalimat2 tersebut? coba deh, kalo di translate ke bahasa inggris kayaknya aneh banget , kita harus ngomong : “congratulation morning, afternoon, evening”. Gw ga pernah tau asal kata salam kita itu darimana. disini gw ga mau ngebahas asal kata salam dalam bahasa Indonesia, tapi gw pengen ngebahas salam yang dipakai di dalam bahasa jepang.

salam

1. ohayou gozaimasu = selamat pagi (good morning)
Ohayou berasal dari kata “ohayai” yang berarti “cepat“, sementara gozaimasu hanya sebuah akhiran untuk menunjukan etika kesopanan kepada lawan bicara. Jadi kalo ditranslate langsung, ohayou gozaimasu berarti ”cepat”, hahaha aneh banget ya. Kalo kita liat seluk beluknya, sebenernya ohayou gozaimasu berasal dari kalimat “ohayai de gozaimasu ne”, yang berarti “cepat ya ..”, atau kalo mau diartiin lebih dalam lagi berarti “hari ini anda bangun cepat ya ..”, tapi setelah mengalami perubahan bentuk skarang menjadi “ohayou gozaimasu”
2. konnichiwa = selamat siang (good afternoon)
Konnichi berarti “hari ini”, sementara “wa” merupakan partikel penghubung yang tidak mempunyai arti apapun kalau di translate (fungsinya seperti is, are, dalam bahasa inggris). Jadi “konnichiwa” kalo ditranslate langsung berarti “hari ini..”. hmm, bener2 salam yang aneh. Tapi kalau kita liat asalnya, sebenernya dibelakang partikel “wa“ masih ada sambungan kalimatnya, kalimat lengkapnya adalah “konnichi wa gokigen ikaga desu ka“ yang berarti “apa kabar anda hari ini?“
3. konbanwa = selamat malam (good evening)
Konban mempunyai arti “malam ini”, sementara “wa” mempunyai fungsi yang sama seperti “wa” dalam “konnichiwa”, jadi kalau ditranslate langsung ya artinya “malam ini…”. Sementara versi jadulnya “konban wa gokigen ikaga desu ka?”

Coba deh bayangin kalo translate-an langsung salam bahasa jepang ini kita praktekan ke dalam kehidupan sehari2 di indo. misalnya waktu seorang guru masuk kelas di pagi hari, trus murid2nya ngomong “cepat pak ..”, yang ada si guru malah marah2 sama muridnya disangka merintah untuk cepat2. atau seorang karyawan yang mengucapkan salam kepada bosnya di malam hari “malam ini … pak”. Ntar si bos malah mikir yang “nggak2” lagi, apalagi kalo si karyawan adalah seorang wanita, wuidih.