Wahai Ikan Paus & Lumba-lumba, Saya Makan Kamu!

13 04 2010

Gw pernah nonton salah satu program tv luar negri yang ngebahas tentang perburuan paus di daerah papua (lupa daerah mananya), dan dalam dokumentar itu, segala sesuatu dibuat serba horror sehingga para penonton pun pasti akan membenci aksi itu. smua itu terbukti, waktu gw kenalan dengan salah seorang temen di jepang (orang china asal beijing), begitu dia tau gw orang indonesia, hal pertama yang dia bahas adalah masalah perburuan paus di papua! gile, ibaratnya gw aja udah lupa kalo jaman dulu gw pernah liat dokumentar itu, tapi ternyata dampaknya sangat besar dan melekat bagi orang asing laennya. sementara perburuan kayak begini kayaknya ga terlalu kedengeran di kalangan orang indonesia laennya kan? nah, skarang segala kehorroran dari perburuanĀ  paus dan juga lumba-lumba di jepang akan gw bahas dengan singkat dan simple.

Sebelum gw berangkat ke jepang, gw ga pernah tau kalo paus dan lumba-lumba itu bisa dimakan. mungkin lebih tepatnya bukan “bisa” dimakan, tapi “menjadi” makanan bagi manusia. fakta kalo paus dan lumba-lumba ternyata menjadi “makanan biasa” bagi orang jepang cukup mengejutkan gw. kenapa gw sebut “makanan biasa?”, karena untuk mendapatkan daging paus dan lumba-lumba kita ga perlu dateng susah-susah ke sebuah restaurant khusus yang harganya super mahal dan ga terjangkau, tapi makanan ini banyak tersedia di bar-bar kecil ala jepang yang menjamur di setiap sudut kota di jepang. beda dengan daging ikan fugu (ikan buntal) yang harganya relatif cukup mahal dan hanya bisa didapatkan di restaurant2 khusus yang koki-nya punya sertifikat utk menyajikan ikan fugu (ikan fugu = beracun, kalo racunnya ga dibuang dan dibersihkan dengan benar, bisa menyebabkan kematian kepada orang yang memakannya).

Gw sendiri udah pernah nyoba makan daging paus di sebuah bar kecil di daerah shinjuku (foto bisa diliat di atas). harga satu piringnya dibawah 500 yen, dan kita udah bisa dapet 6-8 irisan daging paus yang dibuat menjadi sashimi. daging paus berwarna lebih gelap dari mayoritas daging ikan, dan banyak lemaknya. rasanya agak aneh makan daging ini, karena bau amisnya lebih kerasa di mulut ketika kita memakannya. untuk itu, biasanya orang jepang mencampur jahe pada shoyu (kecap asin) dan mencelupkan daging paus mentah itu ke kecap sebelum memakannya. selain dimakan sebagai sashimi, daging paus juga dijadikan hamburger, bahkan dijadikan makanan anjing. kalo ga percaya, buat yang lagi di jepang coba ke supermarket terdekat dan samperin bagian dog food deh. ada 1 merk yang menjual dog food dengan bahan dasar paus (gw lupa apa namanya).

Kalo daging lumba-lumba sendiri, gw belum pernah nyoba. di bar-bar yang gw datengin, daging lumba-lumba tidak tersedia. menurut temen-temen jepang gw, sebenernya utk ngedapetin daging lumba-lumba ga susah, katanya banyak tersedia di bar-bar serupa. kayaknya emang gw yang sial, ga pernah nemuin daging ini. menurut temen-temen gw, harga daging lumba-lumba juga relatif murah. mungkin ada yang bisa share pengalaman juga disini kalo ada yang udah pernah coba makan.

Perburuan paus dan lumba-lumba di jepang banyak mendapat kecaman dari dunia international. tapi jepang sendiri meminta kepada masyarakat international untuk menghargai perbedaan culture makanan dari setiap bangsa. karena mereka berpendapat bahwa menjadikan paus dan lumba-lumba sebagai makanan manusia merupakan tradisi turun temurun yang sudah dilakukan sejak dulu. mereka juga membela diri bahwa perburuan ini diawasi oleh badan pengawas paus dan lumba-lumba jepang yang terus mengontrol populasi hewan-hewan ini.

Pasti banyak pro-kontra tentang perburuan hewan-hewan ini, tapi menurut gw tiap negara punya pandangan dan regulasi sendiri dalam hal ini, walaupun di dalam hati kecil gw tetep berpikir bahwa perburuan ini cukup sadis (apalagi perburuan lumba-lumba hehe). tapi buat yang mau dateng ke jepang, mungkin daging-daging ini bisa menjadi pilihan untuk dicoba, krn daging ini hanya legal dijual secara bebas di beberapa negara aja di dunia ini salah satunya jepang!