Karaoke

19 02 2009

Gw udah pernah ngebahas asal kata karaoke di postingan gw beberapa bulan yang lalu (klik disini). tapi biar lebih jelas, gw bakal ngejelasin lagi apa arti kata karaoke. karaoke merupakan gabungan dari 2 kata : kara (kosong) dan oke (orchestra), jadi kalo kita terjemahkan maknanya karaoke berarti musik tanpa vocal. banyak orang yang ga tau bahwa istilah karaoke ini berasal dari jepang. tempat karaoke yang terkenal dan menjadi pilihan orang2 di tokyo adalah big echo, karaoke kan, shidax, dan utahiro. serta ada beberapa lagi juga tempat karaoke yang namanya tidak “sebesar” empat tempat tadi.

bigeco

Selain minum2 di bar, karaoke merupakan salah satu pilihan utama untuk menghabiskan waktu bersama temen2 bagi orang jepang. gimana ga seru, dikaraoke2 manapun ada paket “all you can drink” alcohol maupun non-alcohol (biasanya harga all you can drink alcohol sekitar 2000-3000 yen, kalo non alcohol sekitar 1300-1800 yen).

Kalau di indonesia (setau gw), harga karaoke itu diitung dari harga sewa ruangan perjam, sementara kalau di jepang harga-nya ditentuin dari harga per-kepala. jadi kalau kita ambil harga standard karaoke disini (perjamnya 300 yen-an), misalkan kita karaoke 2 jam, berarti masing2 orang harus bayar 600 yen (Rp.60.000-an).

Oh iya, disini juga ada sistem “free time” atau sistem karaoke semaleman (sampe subuh). jam mulai free-time beda2, tergantung kita karaoke dimana. rata2 paket free-time mulai jam 11 malem dan berakhir pas jam 4.30 atau 5 pagi. bahkan ada juga paket karaoke di tempat2 tertentu yang menyediakan paket dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi! harga free-time ditambah all you can drink non-alcohol sekitar 2000 yen-an. lumayan kan? dengan Rp.200.000 kita bisa karaoke hampir 6 jam dan minum sepuasnya? hahaha. jadi kalau misalkan kita lagi travelling di jepang & udah ga ada kereta (kereta terakhir rata2 jam 1 pagi), ngabisin waktunya di karaoke aja. jadi begitu selesai karaoke, kita bisa langsung naik kereta pertama deh (sekitar jam 5 pagi).





Misteri Sushi Sang Dewa Kematian

15 02 2008

Waktu kecil, gw udah sering denger kata “karate, sushi, karaoke “, dan gw juga ngerti artinya. tapi daripada disebut arti, kayaknya lebih tepat disebut ngerti maknanya deh. krn setelah gw belajar bahasa jepang, gw baru bener2 ngerti arti kata2 ini. kata2 dalam bahasa jepang selalu ditulis dengan tulisan kanji. dan untuk ngebentuk sebuah kata, diperlukan juga kanji-kanji yang bisa ngegambarin benda / hal tersebut.

↓kanji karate↓
karate.jpg

Pertama-tama, pasti hampir semua orang indo udah tau kalo karate itu adalah salah satu ilmu bela diri dari jepang. tapi kalo kenapa namanya karate? ternyata kalo kita teliti, kanji karate terdiri dari 2 huruf, yang pertama “kara” dan yang kedua “te”. “kara” artinya kosong, sementara “te” artinya tangan. jadi intinya karate itu adalah ilmu bela diri dengan tangan kosong. gmana, praktis banget kan penggunaan kanji?

Nah yang kedua ini rada ribet. kalo kita denger “sushi” image yang muncul di kepala kita pasti langsung makanan yang dibuat dari daging mentah ikan. padahal kalo di liat dari kanji jepangnya, image-nya ga se”jijik” itu. coba aja bayangin kalo anak kecil nanya, “makanan yang namanya sushi itu apa sih?”, trus kita jawab “oh sushi itu daging mentah, enak lho!”. pasti tuh anak kecil bakal geli, ga akan mau makan sushi seumur hidup. sementara di jepang, sushi pertama kali namanya bukan sushi, tapi sumeshi. sumeshi ini terdiri dari 2 kanji, yang pertama “su” dan yang kedua “meshi”. “su” artinya cuka, “meshi” artinya nasi. jadi sebenernya “sumeshi” itu adalah nasi yang udah di kasih vinegar untuk ngebungkus sushi. tapi setelah beberapa jangka waktu, kata “me” dibuang, untuk lebih memudahkan pelafalannya. jadilah istilah sushi.

↓kanji sumeishi (sblh kiri) yang akhirnya jadi 3 variasi kanji sushi (kanan)↓
sushi.jpg

Semenjak lahirnya kata sushi, lahir juga 3 kanji yang berarti sushi. kanji (1) artinya penggabungan antara ikan yang udah direndem dengan garam & sake, dengan nasi yang udah difermentasikan. makanya sbenernya kanji nomor (1) ini adalah kanji yang paling tepat untuk melukiskan sushi. sementara kanji (2) artinya ikan yang udah diasinkan. dan yang terakhir (3) adalah yg paling sering di pake untuk menulis kata sushi saat ini. kanji (3) terdiri dari 2 huruf kanji. kanji pertama “kotobuki” dan kanji kedua “tsukasadoru”. “kotobuki” artinya (lumayan berat nih) = hidup panjang / kebahagiaan selamanya, sementara kanji kedua “tsukasadoru” artinya mengatur. jadi intinya sushi punya arti “benda yang mengatur hidup kita” dong? hahaha. gw baca di salah satu blog orang jepang yang ga terlalu suka sushi. dia juga bilang selain ga suka rasanya, dia ngerasa aneh dengan kanjinya. krn kanji “tsukasadoru” itu biasanya di pake untuk memberi ucapan selamat ke orang yang baru nikah, atau untuk membentuk kata “inochi wo tsukasadoru” yang artinya “mengontrol nyawa / kehidupan kita”. menurut dia, kalo ngebaca kanji sushi, yang terbayang di pikiran dia pertama adalah dewa kematian. dia bilang gini, “emangnya kalo ga ada sushi kita bisa mati? atau emang kita hidup berkat sushi? kenapa sushi bisa ngontrol hidup dan mati gw?”, hahaha. padahal setelah gw baca artikel lain, di sana dijelasin kenapa sushi dibentuk dari 2 kanji yang cukup “hebat”. ternyata krn sushi sering dijadiin makanan di acara2 resmi, makanya 2 huruf kanji tadi di pake, dengan arti “mengatur kebahagiaan” atau intinya, kalo ada sushi semua orang jepang jadi seneng.

Yang ketiga adalah karaoke. kasus yang ini agak beda sendiri nih, krn karaoke ini adalah penggabungan dari bahasa jepang dan inggris. kata depan yang bunyinya “kara”, sama dengan “kara” dalam karate yang artinya kosong. sementara “oke” adalah kependekan dari orchestra. jadi kalo kita artiin dari kanji, karaoke artinya orchestra yang kosong, atau maksudnya orchestra tanpa vocal.