Fun Fact Tentang Jepang (XV)

11 06 2010

141. ada dance khusus untuk para otaku (nerd / kutu buku). udah kayak clan sendiri (bisa diliat di video ini). jadi buat yang mengaku dirinya otaku, wajib menguasai dance ini!

142. ketika membungkukkan badan untuk memberi hormat atau meminta maaf, kepala kita harus mengarah kebawah (mata menghadap lantai).

143. kata “sayonara” digunakan ketika kita akan tidak berjumpa dalam waktu yang cukup lama.

144. di beberapa restaurant ketika kita memakan omelet, hanya diberikan sumpit dan pisau.

145. ada restaurant yang mempunyai mesin tiket. jadi untuk memesan makanan kita tinggal pencet tombol di mesin sesuai dgn apa yang kita mau, kemudian masukkan uang kita kesana. setelah tiketnya keluar, langsung kita kasih ke pelayan (klik disini).

146. mobil pintar (smart car) yang bisa memarkir secara otomatis, rem secara otomatis, dll sedang dalam tahap pembuatan (pernah gw singgung sedikit disini).

147. mayoritas pizza hut di jepang hanya berupa delivery counter (tidak ada restaurant-nya, hanya bisa delivery).

148. hoka-hoka bento tidak ada di jepang!

149. ada semangka berbentuk kotak, lonjong, dll (klik disini).

150. atmosfir dan kondisi di dalam shinkansen (bullet train / kereta peluru) persis seperti  di dalam pesawat terbang. tapi jarak antar tempat duduk lebih luas, gerbong aisle juga lebih lebar, mungkin sama seperti business class di pesawat terbang.

|>>>>=lihat fun fact tentang jepang sebelumnya (part XIV)=<<<<|

*seri fun fact ini adalah fakta yg diambil dari pengalaman dan sudut pandang pribadi gw, mungkin ada beberapa yang menurut orang laen ga bener*





Shinkansen! Alias Kereta Peluru

19 02 2009

Jepang merupakan pencipta serta pengembang teknologi shinkansen pertama di dunia. shinkansen pertama diciptakan pada tahun 1964 yang kemudian semakin berkembang jenisnya serta kecepatan tempuhnya. saat ini, shinkansen seri N700 merupakan shinkansen model terbaru yang beroperasi untuk masyarakat umum (sejak tahun 2007). shinkansen dengan tipe N700 memiliki kecepatan 270km/jam hingga kecepatan max 300 km/jam.

Shinkansen kalau diterjemahkan langsung mempunyai arti “jalur utama baru”, dan kata shinkansen ini sebenernya bukan berarti keretanya, tetapi jalurnya. yang anehnya, entah kenapa kalau ditranslate ke bahasa inggris bisa2nya menjadi bullet train. tapi setelah dipikir2 emang kerenan bullet train sih ya daripada “the new main line”, hehehe.

Selama tinggal di jepang, gw baru pernah 3x naik shinkansen. yang pertama dan kedua adalah perjalanan pulang pergi tokyo-osaka (via shin osaka), dan yang ketiga adalah perjalanan dari hakone (via odawara stasiun) sampai ke tokyo. untuk pergi ke daerah odawara, kyoto, nagoya, shin-osaka, kita bisa mengambil jalur shinkansen “tokaido”. tokaido line adalah line shinkansen yang menghubungkan tokyo dengan kota2 yang berada disebelah barat tokyo. karena pengalaman yang gw punya baru pengalaman di daerah tokaido line doang, gw akan jelasin apa yang gw tau aja ya, krn gw juga ga tau sedetail itu mengenai arsitektur dan teknologi2 shinkansen. jadi yang akan gw ambil contoh disini adalah perjalanan gw dari tokyo sampai osaka.

nozomi1

Di tokaido line, shinkansen dibedakan berdasarkan 3 kelas. ada yang super express, ada yang semi express, dan ada yang standard. tapi penyebutan super express, semi express, dan standard ini dirubah menjadi nozomi, hikari dan kodama. nozomi mempunyai lambang berwarna kuning, hikari berwarna merah, sedangkan kodama berwarna biru.

Tidak ada akses langsung dengan shinkansen dengan tujuan stasiun osaka, jadi untuk pergi osaka kita harus ambil shinkansen dengan jurusan shin-osaka (osaka baru), dan kemudian kita harus ambil kereta lokal dari shin-osaka sampai ke stasiun osaka (jaraknya deket banget kok, cuma 3 km, kalo ga salah cuma 1 stasiun dari shin-osaka). waktu itu gw mengambil kereta nozomi, karena nozomi merupakan yang tercepat dari ketiganya. nozomi hanya berhenti di stasiun2 besar saja, hikari berhenti di stasiun besar dan sedang, sementara kodama berhenti di semua stasiun. tapi sebenernya sih perbedaan waktu tempuh nozomi dan hikari ga jauh2 amat. perjalanan dari tokyo sampai kyoto menghabiskan waktu 2 jam 20 menit kalau kita naik nozomi, sementara hikari cuma terpaut beda 20 menit (2 jam 40 menit).

Perjalanan gw ke shin-osaka ditempuh dalam waktu 2 jam 35 menit dengan menggunakan nozomi (jarak tokyo-shin osaka adalah 552.6 km). kalau kita ingin naik shinkansen, kita bisa memilih tempat duduk reserved ataupun yang non reserved. non-reserved berarti kita bebas memilih tempat duduk dimanapun kita mau selama berada di dalam 1 gerbong yang tertera di tiket kita, sementara reserved berarti tempat duduk kita sudah ditentukan dari sananya. perbedaan harga reserved seat sama yang non-reserved hanya sekitar 600 yen. disini kita juga bisa memilih mau duduk di gerbong smoking atau non smoking. total gerbong per-shinkansen bisa sampai 16 gerbong, dan biasanya ada sekitar 2-4 gerbong untuk merokok. cuma yang gw rada bingung, setau gw dulu perusahaan2 kereta di jepang (terutama shinkansen atau kereta2 express lain) udah ngeberlakuin sistem non-smoking diseluruh kereta mereka, tapi yang anehnya kok sampe sekarang masih ada ya?

Total pengeluaran untuk tiket shinkansen (reserved seat) PP Tokyo-shin-osaka adalah 13,800 yen (Rp.1.700.000-an). perjalanan naik nozomi dari tokyo stasiun akan mempunyai alur seperti ini : tokyo-shin yokohama-nagoya-kyoto-shin osaka, artinya kita hanya akan berhenti di 3 stasiun sblm akhirnya sampai di shin osaka.

Shinkansen memiliki design ruangan yang mirip banget kayak pesawat terbang, cuma bedanya ruangannya jauh lebih luas. jarak dari satu tempat duduk ke tempat duduk di depannya cukup luas, jadi kita masih bisa bebas ngegerakin kaki kita, ga kayak di pesawat (well, kalo naik yang business class sih beda case ya ..).

dalem1

Setelah merasakan perjalanan naik shinkansen, gw baru ngerti kenapa orang jepang lebih prefer naik shinkansen daripada naik pesawat untuk pergi ke luar kota, padahal waktu tempuh pesawat jauh lebih cepet dibandingkan shinkansen (kalo kita mau ke osaka, naik pesawat hanya butuh sekitar 1 jam, sementara shinkansen ya 2 stengah jam lebih), blm lagi harga tiketnya ga beda2 jauh amat mungkin bedanya sekitar 5000 yen (bagi orang jepang jumlah ini ga besar). tapi setelah gw merasakan proses dari pembelian tiket sampai tiba di tempat tujuan, emang gw ngerasa kalo shinkansen jauh lebih praktis daripada pesawat. salah satu kepraktisan yang ngebuat gw lebih prefer shinkansen adalah proses pembelian tiket dan pengecekan barang seblm naik.

Proses pembelian tiket shinkansen sangat cepat dan praktis. kita tinggal beli di mesin penjual tiket otomatis (yang khusus shinkansen), tekan berapa jumlah tiket yang mau dibeli, stasiun keberangkatan, stasiun tujuan, waktu, jenis tempat duduk (reserved / gak , smoking/gak), trus tinggal masukin uangnya deh ke dalam mesin itu. total proses pembelian tiket paling2 hanya 5 menit (kalo yang udah biasa memakai mesin otomatis kayak gini), tapi kalo yang rada2 gaptek ya mungkin bisa 10-15 menitan kali ya. selain pembelian tiket yang sangat praktis, kalo kita naik shinkansen barang2 kita ga akan diperiksa sama sekali! jadi kita bebas mau bawa barang banyak, sedikit, gede, kecil, dsb. ditambah lagi stasiun yang mempunyai akses utk shinkansen jauh lebih gampang dicapai daripada kita harus ke narita yang jauhnya bukan main dari tokyo (naik kereta sekitar 2 jam).

tiket

Jepang sebenernya udah mengembangkan shinkansen dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam , tapi jepang masih mengalami kesulitan untuk mengoperasikan shinkansen2 dengan model yang lebih cepat ini kepada umum karena mereka masih blom mampu mengatasi sound pollution (tunnel boom). tunnel boom ini adalah bunyi yang sangat besar yang timbul akibat kereta berjalan dengan cepat ketika keluar dari terowongan / stasiun. kereta dengan kecepatan tercepat yang pernah diciptakan jepang yang merupakan kereta tercepat ada di dunia adalah kereta dengan teknologi maglev (menggunakan magnet) dengan kecepatan 581 km/jam (wah ke shin-osaka ga nyampe sejam kalo kayak gini), namun sayangnya krn beberapa hambatan seperti sound pollution, sistem rem yang blm akurat, dsb teknologi ini blm bisa diluncurkan. shinkansen tercepat saat ini yang sudah beroperasi untuk umum adalah N700 dengan kecepatan 300 km/jam, namun sekarang sedang dikembangkan lagi shinkansen yang memiliki kecepatan 320km/jam yang akan diluncurkan ke publik pada tahun 2011. jepang juga berencana untuk membuat akses shinkansen dari tokyo sampai ke hokkaido (hokkaido adalah pulau yang terletak di paling utara, yang terpisah dari pulau honshu) dan kyushuu (pulau diselatan). ckckck, lama2 seluruh pulau di jepang tersambung semua dengan jalur shinkansen ya kayaknya. bisa gak ya suatu hari kita pergi ke sumatra, kalimantan, sulawesi, papua, dll dengan akses kereta dari jakarta?